6 Tips Membangun Bisnis Yang Bangkrut Akibat Pandemi - Cara Membuat Laporan Keuangan dan Laporan Pajak

6 Tips Membangun Bisnis Yang Bangkrut Akibat Pandemi

6 Tips Membangun Bisnis Yang Bangkrut Akibat Pandemi
6 Tips Membangun Bisnis Yang Bangkrut Akibat Pandemi


6 Tips Membangun Bisnis Yang Bangkrut Akibat Pandemi 

Membangun sebuah bisnis merupakan upaya yang tidak main-main. Bagi sebagian besar pengusaha, membangun bisnis adalah perjuangan panjang yang harus dilakukan dengan persisten selama bertahun-tahun. Tentu, upaya ini tidaklah mudah. Ketika terjadinya pandemi Covid-19 sejak tahun 2019 kemarin, sampai saat ini, tak sedikit pengusaha yang mengalami kebangkrutan dalam bisnisnya. 

Kebangkrutan adalah insiden yang mengerikan bagi setiap pebisnis, tak ada yang ingin mengalaminya. Itu sebabnya siapa pun ingin menghindari peristiwa tersebut. Apalagi, kebangkrutan bisnis bisa menyerang siapa saja, pengusaha siapa saja. Itulah mengapa setiap pengusaha harus memiliki mental yang kuat serta berbagai strategi cadangan dan visi yang jelas dalam menjalankan bisnis yang digelutinya.

Mengalami kebangkrutan dapat membuat pelaku bisnis dilanda depresi, terlebih karena terancam kehilangan konsumen bahkan sponsorship dari brand atau pun merek yang dimilikinya. Di masa Covid-19 yang penuh dengan gangguan seperti sekarang, sulit sekali menjaga bisnis berjalan stabil, bahkan menjauhkannya dari jurang kebangkrutan. Itulah mengapa, para pengusaha harus memiliki tekad yang kuat dan kemauan yang besar, serta harus selalu ingat bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Di balik kegagalan, pasti ada peluang keberhasilan.

Di masa Covid-19, setiap pengusaha dituntut untuk lebih terampil bermanuver dalam berbisnis, dan cermat terhadap kondisi pasar yang sedang tampil di depan mata. Tapi, kalau pun memang sampai harus terjadi, maka inilah tips yang bisa kami berikan untuk Anda:

1. Melakukan Evaluasi

Evaluasi adalah komponen paling penting dalam menjalankan bisnis. Anda harus memiliki kepekaan yang kuat ketika menghadapi masalah bisnis. Apabila sampai kejadian mengalami kebangkrutan muncul melanda perusahaan Anda, maka yang pertama kali Anda perlu lakukan adalah melakukan evaluasi.

Pelajari apa yang salah dalam sistem yang bergerak pada perusahaan Anda. Apakah yang terjadi ketika Covid-19 melanda? Apakah strategi pemasaran Anda sudah berjalan? Apakah Anda memang perlu melakukan manuver ekstrem untuk penyelamatan? Atau, apakah sistem keuangan dan laporan pembukuan Anda sudah tepat? Sebab apabila tidak, manajemen keuangan yang buruk dapat mempercepat laju perusahaan menuju arah kebangkrutan. Gunakan jasa konsultan keuangan apabila Anda perlukan.

2. Memperbaiki Sistem Keuangan Bisnis

Sering kali, penyebab dari bisnis yang bangkrut adalah karena tidak kemampuan perusahaan dalam mengelola keuangan. Di kondisi pandemi Covid-19, perusahaan harus semakin peka dan sensitif dalam mengatur keuangan. Tunda pembelajaan yang tidak penting, dan tentukan dengan menggunakan skala prioritas. Anda pun harus selalu cermat dengan modal yang Anda, sebagai bahan bakar untuk perusahaan. Anda bisa meminta bantuan kepada konsultan manajemen keuangan apabila mengalami kesulitan dalam mengelola atau pun membuat proyeksi keuangan di kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Apabila Anda tidak bisa menyesuaikan diri, maka besar kemungkinan Anda berada dalam ancaman kebangkrutan.

3. Melakukan Konsolidasi Hutang

Tidak kalah dengan proses mengelola keuangan yang dapat memicu kebangkrutan, hutang juga mengambil peran tersendiri yang menjadi sebab bisnis yang bangkrut. Kebanyakan bisnis menjadi kacau karena terlilit hutang yang cukup besar, mengingat tidak sedikit para pelaku bisnis yang mendirikan bisnisnya dari modal pinjaman atau hutang. 

Untuk itu, ada baiknya pelaku bisnis untuk melakukan konsolidasi hutang yakni dengan melakukan negosiasi dalam proses pembayaran hutang dengan jumlah uang yang dimiliki. Tentu hal tersebut sangat membantu meringankan beban dalam membangkitkan bisnis yang terpuruk. Sedangkan untuk di masa Covid-19 seperti ini, usahakan Anda menghindari penumpukan hutang. Karena situasi yang tidak menentu dan apa pun bisa terjadi di saat seperti sekarang. Cobalah untuk bermain aman, sekali pun harus mengambil lebih sedikit keuntungan.

4. Mencari Tambahan Modal

Karena modal menjadi salah satu hal yang sangat penting dan mampu memicu terjadinya kegagalan bahkan bangkrut maka untuk membangun kembali bisnis itu perlu dilakukan proses mencari tambahan modal baik itu dengan menggunakan uang pribadi atau mengajukan peminjaman agar nantinya dengan modal tambahan maka masalah yang terjadi dapat diperbaiki dan bisnis akan segera berjalan normal kembali. Namun, sekali pun begitu, di tengah kondisi Covid-19 yang tengah melanda seperti sekarang, Anda pun tidak bisa terlalu bergantung untuk tambahan modal. Cukup pastikan Anda terus berjalan dengan apa yang Anda punya, tanpa terlalu mengandalkan tambahan modal.

5. Mendaftarkan Asuransi Properti

Ini tidak harus selalu dalam kondisi pandemi Covid-19. Tetapi, mendaftarkan asuransi properti saat ini telah diterapkan oleh banyak perorangan yang mana hal ini juga dapat diterapkan juga oleh pelaku bisnis untuk menghindari risiko buruk yang akan terjadi kembali. Hal ini karena ada kemungkinan bisnis bangkrut tersebut terjadi karena tertimba musibah seperti kebakaran sehingga menyebabkan kerugikan materi yang besar. Untuk itu, dengan mendaftarkan bisnis pada asuransi properti maka ketika terjadi hal buruk seperti itu tidak akan memberikan pengaruh besar bagi bisnisnya.

6. Memulai Membangun Bisnis Sederhana

Bangkrut tidak mampu menghentikan bisnis yang telah dijalankan, untuk itu jangan menyerah begitu saja. Jangan biarkan kondisi Covid-19 membuat Anda berputus asa hingga menyerah dalam berbisnis. Mulailah untuk membangun bisnis yang sederhana dari awal mengikuti situasi dan kondisi terkini. Belajarlah untuk dapat cepat beradaptasi. Dengan modal dari bisnis sebelumnya cukup mampu membangkitkan bisnis yang telah bangkrut menjadi sukses bahkan lebih sukses dari sebelumnya. Seperti misalnya, ketika memiliki bisnis pakaian baju dengan toko yang besar maka dapat membangun bisnis dengan memanfaatkan beberapa ruang dirumah untuk berbisnis pakaian tersebut, yang nantinya hasil dari bisnis itu dapat digunakan untuk membangun kembali toko pakaian dengan ukuran besar.

Demikianlah beberapa cara untuk membangun bisnis yang bangkrut, jangan menyerah karena terus berusaha tidak akan mengkhianati hasil. Jika Anda merasa kerepotan dalam membuat pembukuan akuntansi untuk bisnis baru Anda, maka bisa meminta bantuan software akuntansi, seperti Zahir

Zahir Accounting menawarkan software akuntansi yang sangat baik dan bisa digunakan untuk siapa saja. Jadi, Anda pun tak perlu memiliki pengalaman atau latar belakang akuntansi untuk bisa mengoperasikan software akuntansi seperti Zahir Accounting. Semua fiturnya sudah dirancang untuk mempermudah siapapun menggunakanya. Anda juga bisa mengakses data keuangan bisnis Anda di Zahir Accounting dengan realtime. Cek data hingga edit juga bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Meski pun begitu, seandainya Anda pun masih kesulitan dalam melakukan pembukuan sendiri dengan software semacam Zahir, maka Anda bisa menggunakan jasa pembukuan pengelolaan bisnis yang dimiliki FR Consultant Indonesia sebagai pemilik jasa laporan keuangan dan jasa pembukuan.

FR Ccnsultant Indonesia memiliki staf-staf terbaik untuk membantu Anda memonitor sistem keuangan perusahaan Anda. Kami adalah juga jasa konsultan keuangan untuk pengelola keuangan bisnis, yang juga konsultan manajemen keuangan, sekaligus jasa konsultan pajak. Kami juga menyediakan tenaga ahli untuk konsultasi manajemen bisnis. Anda bisa menghubungi kami, karena kami hadir untuk Anda.

FR Consultant Indonesia, Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991.

0 Response to "6 Tips Membangun Bisnis Yang Bangkrut Akibat Pandemi"

Post a comment

Harap Berkomentar sesuai dengan tema artikel, Diluar Tema artikel akan dihapus. Terima Kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel