Persiapan Finansial Sebelum Berbisnis - Cara Membuat Laporan Keuangan dan Laporan Pajak

Persiapan Finansial Sebelum Berbisnis

Langkah-Persiapan-Sebelum-Berbisnis
Persiapan Finansial Sebelum Berbisnis

Persiapan Finansial Sebelum Berbisnis

Siapa pun bisa belajar untuk memulai bisnis, asalkan memiliki kemauan yang kuat untuk memulainya. Berbisnis bisa menjadi pengalaman baru yang mendebarkan bagi Anda yang memang belum pernah mencoba. Menjadi seorang pengusaha mungkin terdengar membanggakan bagi sebagian orang, tapi mempertahankan bisnis untuk bisa tetap berjalan membutuhkan upaya yang amat besar.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Small Business Administration, sekitar 30% dari semua bisnis baru gagal di tahun pertama, 50% pada tahun kedua dan 66% pada 10 tahun pertama. Umur yang panjang dan kelangsungan beroperasi dalam bisnis tidak bisa dipastikan. Data dari Biro Statistik di Amerika mengatakan bahwa hanya 20% dari semua bisnis berhasil melewati 20 tahun.

Prospek yang besar dalam membangun bisnis memang menggiurkan, tapi upaya untuk mempertahankan bisnis yang telah Anda bangun untuk kurun waktu jangka panjang, sangatlah membutuhkan perencanaan yang matang dan upaya serta pengorbanan yang tidak sedikit. Salah satunya adalah perencanaan keuangan perusahaan. 

Berikut ini langkah finansial yang perlu Anda diperhatikan dan pertimbangkan sebelum memulai bisnis sendiri.

1. Memiliki Modal Bisnis.
Modal dalam berbisnis tentu saja merupakan salah satu hal yang utama, setelah membangun sebuah produk atau jasa. Sebagai pebisnis pemula, Anda harus mempersiapkan modal setidaknya untuk 6 bulan kerja ke depan.

Apabila Anda memulai bisnis tanpa modal keuangan yang tidak cukup, maka bisnis Anda rentan sekali mengalami hambatan kerja. Apalagi ketika Anda menemukan pengeluaran tak terduga, atau pelanggaran yang harus dibayar. Inilah pentingnya modal untuk dana kerja beberapa bulan ke depan. 

Segeralah kumpulkan modal Anda secepatnya. Jangan boros dalam menggunakan keuntungan di tahun pertama bisnis Anda. 

2. Asuransi Dalam Berbisnis.
Selalu ada resiko yang akan dihadapi dalam berbisnis. Resiko ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kas keuangan perusahaan. Hal-hal yang di luar dugaan dapat mudah terjadi, contohnya seperti kecelakaan kerja yang terjadi pada karyawan.

Di sinilah pentingnya peran asuransi. Salah satunya untuk menjaga agar kas Anda dapat stabil, dan mengurangi dampak apabila terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Asuransi bisnis bisa meliputi asuransi aset perusahaan, seperti asuransi mobil dinas, atau pun asuransi kesehatan tenaga kerja milik perusahaan Anda.

3. Jaga dan Tingkatkan Limit Kredit Anda.
Kredit sering kali dibutuhkan dalam membangun sebuah bisnis. Ketika pertama kali memulai bisnis, kredit yang pertama kali dipakai pada dasarnya adalah kredit pribadi Anda. Oleh sebab itu, pastikan Anda menjaga nama baik diri Anda di hadapan pihak bank. Supaya lalu-lintas dan pencairan kredit Anda dapat berjalan dengan lancar. 

Upaya ini bisa dilakukan dengan, salah satunya, bayarlah tagihan kredit Anda tepat waktu. Jangan sampai pihak Bank berlarut-larut menagih hutang Anda sehingga nama Anda menjadi buruk.

Upaya kedua, bisa dilakukan dengan menjaga persentase penggunaan kredit Anda. Disarankan di atas 30%, dan tetap di bawah 70% penggunaan dari total limit kredit Anda. Hal ini dapat mempertahankan dan atau meningkatkan limit kredit Anda.

4. Menetapkan Kredit Bisnis
Tak kalah penting dari kredit pribadi, menyiapkan kredit bisnis bisa menjadi keharusan bagi seorang pebisnis. Inilah mengapa poin nomor 3 penting. Karena dengan reputasi kredit pribadi yang baik, Anda pun dapat mengajukan kredit bisnis dengan mudah.

Anda bisa mendapatkan kartu kredit bisnis, jalur kredit bisnis, pinjaman bisnis, dan melaporkan kredit bisnis Anda ke bank yang Anda percaya. Buatlah pencatatan kredit perusahaan yang baik, sehingga Anda dapat meningkatkan peluang mendapatkan kredit bisnis untuk digunakan sebagai modal operasional bisnis perusahaan Anda. Dengan pencatatan kredit yang baik, Anda pun dapat melakukan negosiasi yang baik terkait persyaratan kredit yang ingin diajukan, dan kontrak yang menguntungkan.

5. Negosiasikan Ketentuan Pembayaran
Arus kas akan selalu menjadi aspek penting dalam upaya membangun dan mempertahankan bisnis Anda, tentunya selain dari pelanggan dan produk serta upaya marketing bisnis Anda. Karena jika bisnia Anda tidak memiliki arus kas atau pun keuangan yang cukup untuk melayani dan memenuhi kebutuhan operasional perusahaan Anda, otomatis bisnis yang Anda jalankan pun akan terganggu, bahkan terancam berhenti. Inilah mengapa penting untuk tidak lengah dalam mengawasi arus keuangan perusahaan.

Bagi sebagian besar bisnis, menerima pembayaran dalam tempo 30 hari adalah hal yang biasa dialami. Sementara bagi Anda, hal ini amat beresiko. Anda membutuhkan perputaran arus kas yang cepat, mengingat bisnis Anda baru saja berjalan. Inilah pentingnya untuk melakukan negosiasi terkait pembayaran yang akan Anda terima.

Evaluasi dengan cermat dan hati-hati, syarat dan kondisi pembayaran klien kepada perusahaan Anda. Perhitungkan kemampuan keuangan perusahaan, apakah perusahaan dapat tetap berjalan dengan tempo pembayaran yang sekian lama dari klien? Jika tidak, langkah apa yang harus Anda ambil? 

Bagi Anda yang sedang mencari bantuan tenaga ahli untuk melakukan manajemen keuangan, akunting dan perpajakan Anda bisa menghubungi kami di FR Consultant Indonesia.

FR Consultant Indonesia, Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991.

0 Response to "Persiapan Finansial Sebelum Berbisnis"

Post a comment

Harap Berkomentar sesuai dengan tema artikel, Diluar Tema artikel akan dihapus. Terima Kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel