Mengenal Investasi Untuk Millennial - Cara Membuat Laporan Keuangan dan Laporan Pajak

Mengenal Investasi Untuk Millennial



Mengenal-Investasi-Untuk-Millennial
Mengenal Investasi Untuk Millennial


Mengenal Investasi Untuk Millennial

Sering kali dikatakan kalau generasi millenial memiliki tantangan besar dalam upaya mengumpulkan tabungan masa depan. Mengapa demikian? Bisa jadi, salah satu penyebabnya, adalah karena zaman now merupakan zaman yang mengedepankan eksistensi. Sosial media mengubah cara kita bergaul.

Pergaulan kerap kali melalaikan kita dalam menerapkan tata cara mengelola keuangan. Ditambah lagi dengan persaingan dunia kerja yang belakangan semakin ketat, dan adanya pandemi Covid-19 yang sekarang menjadi ujian bagi semua orang di berbagai negara.

Tentu akan bertambah sulit tantangan yang akan dihadapi generasi millennial dalam upaya membangun masa depan. Di situasi seperti inilah investasi bisa jadi nilai yang berarti bagi generasi millennial.

Bijak rasanya, apabila Anda menyisihkan 10-15% dari pendapatan Anda, untuk sebuah investasi. Apa sih sebenarnya investasi? Apa saja bentuk-bentuknya? Berikut yang bisa saya jabarkan:

Kita tahu, investasi dapat dilakukan untuk jangka pendek atau pun jangka panjang. Secara luas, investasi juga memiliki arti melakukan sesuatu saat ini, dengan harapan untuk meraih manfaat yang lebih baik di masa mendatang. Dalam ranah keuangan, investasi juga bisa diartikan sebagai suatu aktivitas menempatkan dana pada suatu periode tertentu, dengan harapan upaya tersebut bisa menghasilkan keuntngan dan/atau peningkatan nilai.



Seorang yang berinvestasi dikenal sebagai investor.

Bentuk Investasi

Sekarang Anda sudah mengerti apa itu investasi. Investasi sendiri terdiri dari dua bentuk, berikut di antaranya:

Investasi Pada Aktiva Riil

Investasi bentuk ini adalah investasi yang dilakukan seseorang dalam bentuk kasat mata, atau dengan kata lain, investasi yang dapat dilihat bentuk fisiknya. Misalnya, salah satu bentuk investasi pada aktiva rill, adalah: Investasi emas, properti, atau tanah.

Investasi Pada Aktiva Finansial

Berbeda dengan investasi pada aktiva riil, pada aktiva finansial, investasi yang tersedia adalah berupa surat-surat berharga. Contohnya, investasi saham, dan deposito saham obligasi.

Jenis-jenis InvestasiSelain berdasarkan dua bentuk di atas, investasi juga bisa dikategorikan berdasarkan jenis. Ada beberapa jenis investasi yang umum dikenal dan dilakukan dalam dunia bisnis, berikut di antaranya:

Deposito

Deposito adalah produk simpanan di bank, yang penyetorannya, maupun penarikannya, hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Dan, apabila dana yang disimpan diambil sebelum waktunya, maka akan ada denda penalti yang berlaku. Sistem dalam deposito seperti ini, semakin besar dan semakin lama Anda menyimpan dana dalam bentuk deposito, maka semakin besar pula bunga yang ditawarkan.

Kelebihan Deposito
  • Memiliki resiko kerugian yang rendah.
  • Dapat dijadikan sebagai jaminan atau agunan untuk mengajukan pinjaman ke bank.
  • Waktu pencairan tergolong singkat.

Kekurangan Deposito
  • Keuntungan lebih kecil dibandingkan produk investasi lainnya.

Saham

Saham merupakan bukti penyertaan atau kepemilikikan seseorang di dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jika Anda memiliki saham, maka Anda sudah bisa disebut sebagai pemilik perusahaan. Tentu, hal ini pun tergantu seberapa besar porsi kepemilikan saham Anda.

Wujud saham sendiri berupa selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan. Surat tersebut menyatakan bahwa Anda, yang pemilik kertas tersebut, adalah pemilik perusahaan, sesuai dengan porsi berapa persen atau berapa banyak penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.


Jika perusahaan tersebut sehat, maka saham yang dibeli akan memiliki nilai jual tinggi, karena berpotensi menghasilkan laba yang besar.


Kelebihan Saham
  • Tidak diperlukan modal besar untuk berinvestasi saham.
  • Mudah diperjual-belikan.
  • Potensi keuntungannya tidak terbatas.
Kekurangan Saham
  • Resiko yang sangat tinggi kehilangan uang, karena saham bisa naik dan turun setiap saat dengan cepat.

Obligasi

Obligasi adalah surat utang jangka menengah atau jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan efek untuk membayar imbalan berupa bunga(kupon) pada periode tertentu.

Selain itu, surat ini juga untuk melunasi pokok hutang pada akhir waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. 

Obligasi merupakan bentuk investasi efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan resiko yang relatif lebih stabil juga, dibandingkan saham.


Nilai Obligasi

Pihak yang menerbitkan saham obligasi, harus menjelaskan besar dana yang dibutuhkan, dikenal dengan istilah jumlah emisi obligasi. Ada pun penentuan besar jumlah saham obligasi yang diterbitkan, ditentukan oleh aliran arus kas, besar kebutuhan, dan kinerja bisnis.

Jangka Waktu Obligasi
Jatuh tempo (maturity) obligasi bisa dimulai dari 1 hingga 10 tahun. Namun biasanya, masa jatuh obligasi ditetapkan 5 tahun. Umumnya, investor lebih suka dengan obligasi jangka pendek karena dianggap memiliki resiko kecil.

Principal dan Coupon Rate

Principal rate adalah besaran uang yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang saham obligasi pada masa jatuh tempo. Nilai principal rate ini berhubungan dengan redemption value, maturity value, par value atau face value. Sedangkan coupon rate adalah tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang saham obligasi setiap tahunnya.

Jadwal Pembayaran

Kewajiban pembayaran coupon dilakukan oleh penerbit obligasi secara berkala sesuai kesepakatan. Misalnya, per triwulan, per semester, atau pertahun.

Jenis-jenis Obligasi

Setelah mengetahui tentang nilai, jangka waktu dan jadwal pembayaran obligasi, selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah obligasi dapat dibagi berdasarkan berbagai macam faktor, antara lain:

Berdasarkan Penerbitnya

Pihak yang menerbitkan obligasi bisa beragam. Terkait hal ini, obligasi dibagi menjadi 3 jenis:
  1. Government Bond atau Treasury Bond yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah.
  2. Corporate Bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan.
  3. Municipal Bond, yang merupakan obligasi yang diterbitkan pemerintah daerah untuk membiayai proyek tertentu di daerah.
Berdasarkan Sistem Pembayaran Bunga
Selain dari penerbit, obligasi juga dapat dibagi berdasarkan sistem pembayaran bunganya. Untuk ini, obligasi terbagi menjadi 4 jenis, antara lain:
  1. Zero Coupon Bonds, yaitu obligasi yang pembayaran bunganya dibayar sekaligus pada saat jatuh tempo.
  2. Coupon Bonds, yakni obligasi yang pembayaran kuponnya dilakukan secara periodik sesuai dengan ketentuan dari penerbit obligasi.
  3. Fixed Coupon Bonds, yaitu obligasi yang tingkat kupon bunga nya telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana, dan pembayarannya dilakukan secara periodik.
  4. Floating Coupon Bonds, yang adalah obligasi yang tingkat kupon bunga nya ditentukan sebelum jangka waktu tertentu, atau mengacu pada suatu ketentuan.
Berdasarkan Jenis dan Karakteristik
Terakhir adalah obligasi dapat dibagi berdasarkan jenis dan ciri-cirinya. Dalam aspek ini, terdapat 7 jenis, yaitu:
  1. Callable Bond, yaitu obligasi yang hanya bisa ditarik pada saat jatuh tempo.
  2. Convertible Bond, yakni obligasi yang dapat diubah menjadi saham oleh pemegang obligasi.
  3. Non-Convertible Bond, yaitu obligasi yang tidak dapat diubah menjadi saham.
  4. Euro Bond, yang adalah obligasi yang diterbitkan di luar negeri dalam mata uang asing.
  5. Yankee Bond, yang merupakan obligasi yang diterbitukan dalam mata uang lokal dimana obligasi tersebut ditawarkan.
  6. Zero Coupon Bond, yaitu obligasi yang tidak membayar bunga dan dijual dengan diskon.
  7. Floating Rate Bond, yang adalah obligasi yang menawarkan coupon rate yang berubah-ubah.
Sekian yang bisa disampaikan terkait obligasi. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa obligasi pun memiliki kelebihan dan juga kekurangan, berikut di antaranya:

Kelebihan Obligasi 
  1. Pemegang saham obligasi mendapatkan bunga (kupon obligasi) yang umumnya lebih tinggi dari bunga deposito bank.
  2. Surat berharga berbentuk obligasi mudah untuk diperdagangkan di pasar sekunder, sesuai mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI) ataupun di luar BEI.
  3. Pemegang saham obligasi mendapatkan keuntungan dari capital gain, yaitu selisih harga obligasi ketika obligasi tersebut di perdagangkan.
  4. Obligasi dapat dijadikan agunan kredit di Bank atau untuk membeli instrumen aktiva lain.
  5. Investasi saham obligasi merupakan investasi yang aman karena pembayaran pokok utang dan kupon dijamin oleh peraturan perundang-undangan.
Kekurangan Obligasi
  1. Pada saham obligasi tertentu, terdapat resiko gagal bayar dari penerbit obligasi, sehingga investor tidak mendapatkan untung atau bahkan bisa kehilangan investasinya. Resiko ini tidak terdapat pada obligasi negara yang terlindungi undang-undang. 
  2. Mudah terpengaruh terhadap perubahan ekonomi, suku bunga, dan situasi politik yang tidak menentu. 
  3. Pihak investor akan mengalami kerugian ketika menjual saham obligasi di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, karena harga jualnya lebih rendah ketimbang harga beli.
Reksadana Saham
Reksadana saham adalah salah satu alternatif investasi untuk investor yang memiliki modal kecil. Melalui reksadana, dana investasi yang terkumpul dari investor akan dikelola oleh manajer investasi. Resiko kerugian atau pun keuntungan yang didapatkan kelak akan dibagi secara rata kepada seluruh investor. Besar kecilnya keuntungan, atau pun resiko yang Anda dapatkan, tergantung dari jenis reksadana yang Anda pilih.


investasi-reksadana


Kelebihan Reksadana Saham

  1. Menghemat waktu dan tidak perlu repot untuk mengelola dana investasi, karena sudah ada manajer investasi. 
  2. Mempermudah para investor pemula yang ingin memulai investasi, tapi memiliki pengetahuan yang minim akan pasar modal. 
  3. Investor yang memiliki dana tidak terlalu besar juga dapat melakukan investasi produk reksadana.
Kekurangan Reksadana Saham
  1. Dikenakan biaya pengelolaan oleh perusahaan atau manajer investasi.
  2. Keuntungan yang diperoleh harus dibagi secara merata dengan investor lain.
  3. Keuntungan reksadana jauh lebih kecil kalau dibandingkan dengan produk investasi saham.
Investasi Properti
Investasi properti membutuhkan modal yang sangat besar, namun investasi ini juga menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, karena harga tanah dan rumah selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Investasi ini bisa jadi pilihan bagi Anda yang memiliki modal besar.

Kelebihan Investasi Properti
  1. Memiliki resiko yang rendah karena pergerakan nilai properti tidak sensitif seperti saham.
  2. Nilai properti selalu meningkat setiap tahunnya.
  3. Dapat dijadikan sebagai jaminan.
Kekurangan Investasi Properti
  1. Membutuhkan modal yang cukup besar.
  2. Biaya perawatan properti juga cenderung cukup besar.
  3. Pajak properti cukup tinggi.
  4. Rentan terhadap bencana alam ataupun resiko kecelakaan lainnya (misalnya: kebakaran).
  5. Tidak dapat dicairkan dengan cepat, karena butuh waktu untuk menjualnya.

Emas

Contoh pertama dari investasi jangka panjang adalah investasi emas. Emas merupakan investasi yang menguntungkan. Karena emas memiliki nilai atau harga yang selalu naik setiap tahunnya. Selain memiliki nilai jual yang tinggi, emas ternyata juga sangat aman dalam berbagai keadaan, serta stabil dan anti-inflasi. Karena nilai emas yang terus melambung tinggi, maka jika Anda memulai investasi emas selama 5 tahun, Anda akan mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.



Kelebihan Emas
  1. Harga emas cenderung stabil.
  2. Mudah diperjual-belikan kapan saja.
  3. Dapat dijadikan jaminan.
Kekurangan Emas
  1. Emas memiliki resiko tinggi untuk hilang atau pun dicuri.
  2. Kenaikan harga emas tidak terlalu besar.

Valuta Asing

Investasi valuta asing atau forex trading adalah bentuk investasi dengan konsep perdagangan mata uang asing. Jenis investasi ini dikenal memiliki resiko paling besar dari jenis investasi lainnya. Hal ini dikarenakan mereka memegang prinsip, bahwa semakin tinggi resiko sebuah investasi, maka semakin besar pula nilai keuntungannya. Anda tentu bisa menggunakan forex tradinng ini sebagai investasi jangka panjang atau pendek. Caranya adalah dengan melakukan pembelian mata uang yang sedang mengalami depresiasi, kemudian menjualnya kembali saat mata uang tersebut mengalami kenaikan harga.


Demikian terkait ragam investasi yang perlu Anda ketahui. Bagi Anda yang sedang mencari bantuan tenaga ahli untuk melakukan internal audit dan konsultasi manajemen keuangan, dan juga perpajakan, Anda bisa menghubungi kami di FR Consultant Indonesia.


FR Consultant Indonesia, Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991.


0 Response to "Mengenal Investasi Untuk Millennial"

Post a comment

Harap Berkomentar sesuai dengan tema artikel, Diluar Tema artikel akan dihapus. Terima Kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel